Jadwal Dokter

Jam Operasional

Klinik kami buka untuk melayani Anda dengan jadwal berikut.

Buka hari ini: 08:00 - 17:00
Prosedur Medis
Induksi Persalinan

Induksi Persalinan

Prosedur medis untuk merangsang kontraksi rahim dan memulai proses persalinan

Induksi persalinan adalah prosedur medis yang dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim agar proses persalinan dimulai sebelum persalinan terjadi secara spontan. Induksi dilakukan dengan berbagai metode, baik mekanis maupun farmakologis, tergantung pada kondisi serviks (leher rahim) dan indikasi medis.Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan dengan pemantauan ketat terhadap ibu dan janin. Keputusan induksi selalu berdasarkan pertimbangan medis bahwa melanjutkan kehamilan memiliki risiko lebih besar daripada dilahirkan.

Estimasi Biaya

Rp 8.000.000

Durasi

12-48 jam (bervariasi)

Indikasi:

Kontraindikasi:

• Disproporsi sefalopelvik (bayi terlalu besar, panggul ibu terlalu kecil)
• Plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir)
• Vasa previa (pembuluh darah janin melintang di jalan lahir)
• Posisi janin melintang (transverse lie)
• Riwayat operasi caesar klasik (sayatan vertikal di rahim) atau operasi rahim mayor lainnya
• Herpes genital aktif
• Kanker serviks invasif
• Prolaps tali pusat
• Gawat janin akut
• Riwayat caesar 1-2x dengan sayatan rendah melintang (risiko ruptur uteri 0.5-1%)
• Grande multipara (hamil >5x)
• Presentasi bokong atau posisi janin abnormal lainnya
• Polihidramnion (air ketuban berlebihan)
• Kehamilan kembar
• Makrosomia (bayi sangat besar >4.5 kg)

Persiapan:

Tahapan Prosedur:

1

Penilaian kematangan serviks (Bishop score):

2

Skor <6: serviks belum matang, perlu pematangan serviks dulu

3

Skor ≥6: serviks sudah matang, bisa langsung induksi kontraksi

4

Metode Pematangan Serviks (jika Bishop score <6):

5

Metode mekanis: Kateter balon Foley (memasukkan balon kecil ke serviks dan mengembangkannya)

6

Metode farmakologis: Prostaglandin gel/tablet (misoprostol, dinoprostone) dimasukkan ke vagina dekat serviks

7

Tunggu 6-12 jam untuk pematangan serviks

8

Evaluasi ulang Bishop score

9

Induksi Kontraksi:

10

Pecah ketuban buatan (amniotomi) jika ketuban masih utuh dan serviks sudah terbuka

11

Pemberian oksitosin intravena (infus) dengan dosis yang ditingkatkan bertahap setiap 30 menit

12

Monitoring ketat:

13

CTG kontinyu: memantau detak jantung janin dan kontraksi

14

Pemeriksaan dalam berkala (setiap 2-4 jam) untuk melihat pembukaan serviks

15

Monitor tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, suhu)

16

Manajemen nyeri:

17

Teknik relaksasi dan pernapasan

18

Epidural analgesia jika diperlukan

19

Obat pereda nyeri sesuai kebutuhan

20

Persalinan:

21

Jika induksi berhasil: persalinan normal melalui vagina

22

Jika induksi gagal atau ada komplikasi: operasi caesar

23

Fase aktif dimulai saat pembukaan 6 cm, kemudian fase transisi (8-10 cm), lalu kala II (mengejan)

Pasca Prosedur:

Komplikasi & Risiko:

• Induksi gagal: 15-20% kasus terutama jika serviks belum matang, berujung pada operasi caesar
• Kontraksi terlalu kuat (uterine hyperstimulation): Kontraksi terlalu sering dan kuat bisa menyebabkan gawat janin dan ruptur uteri (sangat jarang)
• Ruptur uteri: Sangat jarang (0.5-1%) terutama pada ibu dengan riwayat operasi rahim sebelumnya
• Perdarahan postpartum: Risiko sedikit lebih tinggi karena rahim terlalu lelah berkontraksi (atonia uteri)
• Infeksi: Terutama jika ketuban pecah lama atau banyak pemeriksaan dalam
• Luka jalan lahir: Episiotomi atau robekan perineum mungkin lebih besar
• Nyeri lebih intens: Kontraksi induksi cenderung lebih kuat dan lebih nyeri dibanding kontraksi spontan
• Emboli air ketuban: Sangat jarang tapi serius
• Gawat janin: Detak jantung abnormal karena kontraksi terlalu kuat
• Persalinan prematur iatrogenik: Jika usia kehamilan salah perhitungan
• Hiperbilirubinemia (kuning): Risiko sedikit lebih tinggi
• Trauma lahir: Patah tulang selangka, cedera pleksus brakialis (jarang)
• Nilai APGAR rendah: Jarang, jika ada gawat janin
• Misoprostol: Hyperstimulasi, ruptur uteri (terutama pada bekas caesar)
• Oksitosin: Hiperstimulasi, intoksikasi air (hiponatremia) jika infus terlalu cepat
• Amniotomi: Prolaps tali pusat, infeksi jika persalinan lama
• Perdarahan hebat (ganti pembalut >1 jam sekali)
• Nyeri perut hebat yang tidak hilang dengan obat
• Demam >38°C
• Lochea (darah nifas) berbau busuk
• Luka jahitan merah, bengkak, bernanah
• Nyeri dada, sesak napas
• Sakit kepala hebat, pandangan kabur
• Bengkak kaki yang makin parah
• Payudara merah, nyeri, demam (mastitis)
• Depresi postpartum yang berat
• Induksi pada usia kehamilan yang tepat (>39 minggu jika elektif)
• Serviks yang sudah matang (Bishop score ≥6)
• Kesabaran - induksi bisa memakan waktu 12-48 jam
• Dukungan pendamping persalinan
• Komunikasi baik dengan tim medis
• Siap mental untuk kemungkinan caesar jika induksi gagal atau ada komplikasi