Jadwal Dokter
Jam Operasional
Klinik kami buka untuk melayani Anda dengan jadwal berikut.
Nebulisasi (Inhalasi Uap Obat)
Terapi pernapasan dengan menghirup uap obat untuk mengatasi gangguan pernapasan
Nebulisasi atau terapi inhalasi adalah metode pemberian obat langsung ke saluran pernapasan dalam bentuk uap atau aerosol halus menggunakan alat nebulizer. Obat yang diubah menjadi partikel sangat kecil (aerosol) dapat langsung mencapai paru-paru dan bekerja lebih cepat dibanding obat oral.Terapi ini sangat efektif untuk penyakit saluran napas seperti asma, bronkitis, PPOK, dan infeksi saluran napas. Nebulisasi aman untuk semua usia termasuk bayi, anak-anak, dan lansia karena non-invasif dan bekerja lokal di paru-paru.
Estimasi Biaya
Rp 75.000
Durasi
10-15 menit per sesi
Indikasi:
- Asma: Serangan asma akut atau asma tidak terkontrol
- Bronkitis akut atau kronis: Peradangan bronkus dengan produksi dahak
Kontraindikasi:
Persiapan:
- Konsultasi: Dokter akan menilai kondisi pernapasan, mendengar suara napas, mengukur saturasi oksigen
- Resep obat: Dokter meresepkan jenis dan dosis obat sesuai kondisi (bronkodilator, kortikosteroid, atau kombinasi)
- Tidak perlu puasa: Boleh makan/minum normal sebelum nebulisasi
- Pakaian longgar: Pakai baju yang tidak menekan dada agar napas lebih leluasa
- Posisi: Duduk tegak atau semi duduk (jangan berbaring)
- Tenang: Rileks dan bernapas normal, jangan panik
Tahapan Prosedur:
Cuci tangan petugas dan pasien
Siapkan alat nebulizer dan pastikan bersih
Masukkan obat sesuai resep ke dalam cup nebulizer (biasanya dicampur dengan NaCl 0.9% hingga volume 3-5 ml)
Pasang cup ke mesin nebulizer
Hubungkan dengan selang oksigen atau kompresor
Posisikan pasien duduk tegak atau semi fowler
Pasang masker nebulizer menutupi hidung dan mulut (untuk bayi/anak kecil) atau gunakan mouthpiece (untuk anak besar/dewasa yang kooperatif)
Nyalakan mesin nebulizer
Instruksikan pasien untuk bernapas normal melalui mulut (dalam-dalam, lambat, dan teratur)
Durasi nebulisasi: 5-15 menit atau hingga obat habis (ditandai dengan tidak ada lagi uap yang keluar)
Jika pasien batuk saat nebulisasi, biarkan saja (normal, merupakan respons pembersihan dahak)
Setelah selesai, matikan mesin
Bersihkan wajah pasien dari sisa obat
Kumur-kumur dengan air bersih (terutama jika menggunakan kortikosteroid)
Observasi 15-30 menit untuk melihat respons dan efek samping
Evaluasi: periksa pernapasan, saturasi oksigen, keluhan pasien
Pasca Prosedur:
- Kumur: Segera kumur dengan air bersih dan buang (terutama setelah nebulisasi kortikosteroid) untuk mencegah jamur mulut
- Minum air: Minum air putih hangat untuk membantu mengencerkan dahak
- Istirahat: Istirahat 15-30 menit setelah nebulisasi
- Batuk efektif: Jika ada dahak, batukkan dengan teknik batuk efektif (tarik napas dalam, tahan, lalu batukkan kuat)
- Frekuensi: Sesuai anjuran dokter, biasanya 2-4x sehari untuk kondisi akut, 1-2x sehari untuk maintenance
- Obat lain: Lanjutkan obat oral yang diresepkan dokter
- Monitor: Perhatikan pernapasan, jika sesak berkurang = nebulisasi efektif. Jika tidak ada perbaikan atau makin sesak, segera ke dokter
- Perawatan alat: Bersihkan cup dan masker nebulizer setelah digunakan. Cuci dengan air sabun hangat, bilas, keringkan. Sterilkan 1x seminggu dengan merebus atau larutan disinfektan