Jadwal Dokter
Jam Operasional
Klinik kami buka untuk melayani Anda dengan jadwal berikut.
Pemeriksaan Mata Komprehensif dan Refraksi
Pemeriksaan lengkap kesehatan mata dan penentuan ukuran kacamata/lensa kontak
Pemeriksaan mata komprehensif adalah evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan mata dan sistem visual. Pemeriksaan ini mencakup tes ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi untuk menentukan ukuran kacamata atau lensa kontak, evaluasi gerakan mata, tes tekanan bola mata, pemeriksaan struktur mata bagian luar dan dalam, serta skrining penyakit mata.Pemeriksaan refraksi adalah bagian penting untuk mendeteksi kelainan refraksi seperti miopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), astigmatisme (silindris), dan presbiopi (rabun tua). Pemeriksaan ini penting untuk semua usia, dari anak-anak hingga lansia, untuk deteksi dini dan penanganan masalah penglihatan.
Estimasi Biaya
Rp 200.000
Durasi
45-60 menit (pemeriksaan lengkap)
Indikasi:
- Keluhan penglihatan: Penglihatan kabur jauh/dekat, kesulitan membaca, sulit melihat papan tulis, double vision (penglihatan ganda), distorsi penglihatan
- Gejala mata: Mata merah, gatal, berair, kering, nyeri, rasa ada benda asing, silau berlebihan, mata lelah saat membaca/layar
- Sakit kepala: Terutama frontal (dahi) atau sekitar mata, muncul saat membaca atau aktivitas visual
- Anak: Sering memicingkan mata, mendekat ke TV, mengeluh tidak jelas melihat papan tulis, prestasi sekolah menurun, mata juling
- Skrining rutin: Anak usia 3-5 tahun (sebelum masuk SD), sekolah (setiap tahun), dewasa (setiap 2 tahun), lansia >60 tahun (setiap tahun)
- Penyakit sistemik: Diabetes (risiko retinopati diabetik), hipertensi (risiko retinopati hipertensi), penyakit autoimun
- Riwayat keluarga: Glaukoma, katarak muda, retinopati, kelainan refraksi tinggi
- Trauma mata
- Ganti kacamata: Kacamata lama tidak nyaman, penglihatan menurun meski pakai kacamata, kacamata rusak/hilang
- Pemasangan lensa kontak pertama kali
Kontraindikasi:
Persiapan:
- Tidak perlu puasa atau persiapan khusus
- Bawa kacamata/lensa kontak lama: Untuk perbandingan ukuran. Bawa kotak lensa kontak jika pakai lensa.
- Lepas lensa kontak: Lepas lensa kontak soft 2 jam sebelum pemeriksaan. Lepas lensa kontak RGP (keras) 24 jam sebelumnya - bisa mempengaruhi hasil refraksi.
- Bawa hasil pemeriksaan sebelumnya: Resep kacamata lama, hasil pemeriksaan mata sebelumnya.
- Daftar obat: Catat obat-obatan yang sedang dikonsumsi (terutama obat mata).
- Riwayat kesehatan: Siapkan informasi: riwayat penyakit mata, operasi mata, trauma, penyakit sistemik (diabetes, hipertensi), alergi obat, riwayat keluarga dengan penyakit mata.
- Jangan pakai makeup mata: Lepas eye shadow, eyeliner, mascara - mengganggu pemeriksaan.
- Datang dengan pendamping (jika akan dilatasi pupil): Setelah dilatasi, penglihatan blur dan silau 4-6 jam - tidak boleh menyetir.
- Alokasikan waktu cukup: Pemeriksaan komprehensif butuh 45-60 menit.
- Untuk anak: Jelaskan prosedur dengan bahasa sederhana agar tidak takut. Bawa mainan favorit untuk mengalihkan perhatian. Jadwalkan saat anak tidak mengantuk atau lapar.
Tahapan Prosedur:
Anamnesis (tanya jawab):
Keluhan utama (penglihatan kabur, sakit kepala, mata merah, dll)
Riwayat penyakit mata dan sistemik
Riwayat keluarga
Obat-obatan yang dikonsumsi
Pekerjaan dan aktivitas (screen time, membaca, dll)
Tes Ketajaman Penglihatan (Visus):
Tes dengan Snellen chart (papan huruf E atau C)
Jarak 6 meter dari chart
Tes mata kanan dulu (mata kiri ditutup), kemudian mata kiri
Pasien diminta membaca huruf dari besar ke kecil
Catat visus (misal: 6/6, 6/12, 6/60)
Normal: 6/6 atau 20/20
Tes dengan kacamata lama jika ada
Pemeriksaan Refraksi Objektif:
Auto-refraktometer: alat otomatis mengukur kelainan refraksi
Pasien melihat ke dalam alat, fokus pada gambar (balon udara, rumah)
Alat mengukur: sferis, silindris, axis
Hasil dicetak sebagai titik awal pemeriksaan subjektif
Retinoskopi (manual): dokter menyinari mata dengan retinoskop, lihat refleks pupil - untuk bayi/anak atau pasien tidak kooperatif
Pemeriksaan Refraksi Subjektif:
Trial lens atau phoropter (alat dengan banyak lensa)
Dokter mengganti-ganti lensa berdasarkan hasil auto-refraktometer
Pasien diminta memilih mana yang lebih jelas: Pilihan 1 atau 2?
Tes untuk sferis (plus/minus), silindris (axis), dan akhirnya tes binokular (kedua mata bersamaan)
Ulangi sampai penglihatan optimal dan nyaman
Tes Duochrome (merah-hijau) untuk finalisasi power sferis
Tes lain terkait refraksi:
Cover test: deteksi strabismus (mata juling)
Tes gerakan mata (motilitas): 6 arah pandang
Tes konvergensi: kemampuan mata fokus pada objek dekat
Tes akomodasi: kemampuan mata mengubah fokus jauh-dekat
Pemeriksaan Segmen Anterior (bagian depan mata):
Inspeksi: kelopak mata, bulu mata, konjungtiva, kornea, iris, pupil
Slit lamp biomicroscopy: pemeriksaan detail dengan mikroskop celah
Deteksi: pterygium, konjungtivitis, keratitis, katarak awal
Tonometri (Tekanan Bola Mata):
Non-contact tonometry (NCT): alat meniupkan udara ke mata - cepat, tidak perlu tetes anestesi
Tonometri Schiotz atau applanation: lebih akurat, perlu tetes anestesi
Normal: 10-21 mmHg
Tinggi: >21 mmHg (risiko glaukoma)
Pemeriksaan Segmen Posterior (bagian dalam mata) - Jika Diperlukan:
Dilatasi pupil dengan tetes mata tropicamide 0.5-1% atau phenylephrine
Tunggu 20-30 menit sampai pupil melebar
Oftalmoskopi/funduskopi: melihat retina, makula, diskus optikus, pembuluh darah retina
Deteksi: retinopati diabetik, retinopati hipertensi, glaukoma, degenerasi makula, ablasio retina
Tes Tambahan (sesuai indikasi):
Tes buta warna (Ishihara chart)
Tes lapang pandang (perimetri) - untuk glaukoma
OCT (Optical Coherence Tomography) - pencitraan detail retina dan saraf optik
Tes air mata (Schirmer test) - untuk mata kering
Konsultasi dan Edukasi:
Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan
Diagnosis: miopia, hipermetropia, astigmatisme, presbiopi, dll
Rekomendasi: kacamata, lensa kontak, atau terapi lain
Resep kacamata diberikan (jika perlu)
Edukasi: cara merawat mata, kapan kontrol ulang
Pasca Prosedur:
- Jika tidak dilatasi pupil: Boleh langsung beraktivitas normal. Boleh menyetir. Tidak ada pantangan.
- Jika dilatasi pupil: Penglihatan blur terutama untuk melihat dekat - berlangsung 4-6 jam. Sangat silau terhadap cahaya - gunakan kacamata hitam. JANGAN menyetir sampai efek obat hilang (4-6 jam). Hindari membaca atau kerja detail. Bawa pendamping untuk pulang atau gunakan transportasi online. Efek samping jarang: mata merah, pusing ringan, mulut kering.
- Setelah tonometri non-contact (tiup angin): Mata mungkin berair sedikit - normal. Boleh kedip-kedip normal. Tidak ada pantangan.
- Setelah tonometri dengan anestesi tetes: Jangan gosok mata 30 menit (mata masih mati rasa, bisa cedera tanpa terasa). Boleh beraktivitas normal setelah 30 menit.
- Hasil pemeriksaan dan resep kacamata: Simpan resep kacamata dengan baik. Resep umumnya berlaku 1-2 tahun (dewasa) atau 6-12 bulan (anak). Jika penglihatan berubah sebelum waktu tersebut, periksa lagi. Buat kacamata di optik dengan resep dokter - jangan tebak-tebak sendiri.
- Kontrol ulang: Anak 60 tahun: setiap tahun (risiko katarak, glaukoma, degenerasi makula). Pasien diabetes/hipertensi: setiap 6-12 bulan (risiko retinopati). Pasien glaukoma atau penyakit mata lain: sesuai anjuran dokter (biasanya 3-6 bulan).